3 Hari

Dalam 3 Hari kita bisa berjalan jalan melihat Kemegahan Pont Alexandre III jembatan yang di bangun untuk menghubungi antara Grand Palais dan Hôtel des Invalides. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Raja Alexander III. Grand Palais ( Istana besar ) dan Petit Palais ( Istana kecil) berseberangan, sekarang menjadi museum. Untuk mengunjugi semua museum yang terdapat di Paris tidak cukup di lakukan dalam sehari.

Hôtel des Invalides. Bangunan ini dibangun untuk para veteran. Jadi, mereka tidak perlu menjadi peminta-minta serta pencuri. Dulu, bangunan ini adalah sebuah bengkel dan sekarang sebagai museum. Lucunya kita pertama kali ke sini, kita pikir tidak bisa masuk karena dijaga oleh polisi.

Menara Eiffel. Sebelum mencapai Menara Eiffel, kami melewati Champ de Mars. Taman ini dulu di pakai untuk parade Militer. Untuk mencapai puncak Eiffel, dapat dilakukan dengan naik lift atau dengan Tangga. Harga tiketnya juga beragam. Kami mengunjungi tingkat 1 sampai tingkat 3. Tingkat 1 dan 2 dapat ditempuh dengan tangga, tapi tingkat 3 harus dengan Lift. Tiket ke tingkat 3 seharga 11 Euro.

Antrian tiket juga sangat panjang. Terdapat 4 tangga untuk ke atas. Sampai di bawah menara, kami makan siang dengan membeli Crepês serta minuman atau dapat juga roti isi sosis. Pemandangan yang sangat bagus ke menara Eiffel karena kami dapat melihat Trocadero dan Palais de Chaillot. Trocadero adalah tempat di mana terdapat taman serta Palais de Chaillot. Dari sini kami pun dapat melihat pemandagan ke sungai Seine.

Palais de Chaillot sekarang menjadi beberapa museum diantaranya museum Pelayaran, Etnologi ( ilmu tentang bangsa-bangsa), film, 6000 model bangunan terpenting di Perancis serta museum pematung.

Arc de Triomphe ( Gapura kemenangan). Dengan lalu lintas kota Paris sangat kacau, tidak mudah bagi kami untuk menyeberang menuju ke Gapura. Kebanyakan para turis yang mengambil foto dari tengah jalan dengan berdiri di atas pembatas jalan.

Gapura ini di bangun atas perintah Napoleon untuk menghormati tentara kebesarannya. Dari sinilah di mulai parade militer pada 14 Juli. Gapura ini terletak di Champs Elyseês. Kalai berdiri di tengah menghadap ke Arc de Triomphe, di belakangnya adalah Place de la Concorde.

Kalau Anda pernah membaca Novel Da Vinci Code Anda pasti tidak asing dengan museum ini. Piramida seperti tampak pada foto adalah kunci dari teka-teki dalam novel tersebut.

Louvre. Museum terbesar di dunia. Nah, untuk mengunjungi museum ini diperlukan strategi. Bagi mereka yang ingin masuk dengan menghindari antrian panjang dari pintu masuk utama piramida, dapat masuk dari Porte des Lions ( bagian Seine). Namun, bisa juga mengelilingi bawah piramida tanpa harus masuk museum. Di bawah piramida ini terdapat pusat perbelanjaan, cafê serta resto cepat saji.

Penduduk Paris banyak yang beristirahat siang di taman. Bukan hanya untuk makan siang, tetapi benar-benar untuk menenangkan diri. Misalnya, baca koran atau hanya duduk dan tiduran di bangku taman. Tidak hanya bangku di sekitar taman tapi juga kursi yang mengelilingi kolam di tengah taman. Pada hari Sabtu dan Minggu kolam ini di gunakan oleh penyewa perahu layar kecil ini untuk keluarga yang membawa anak-anaknya bertamasya di taman.

Perahu layar ini berjalan dengan tiupan angin serta tongkat untuk mencapainya. Di taman ini juga terdapat gapura tapi tidak sama seperti Arc de Triomphe. Yang menarik adalah 18 patung wanita yang terdapat di antara pagar hidup.

Notre Dame. Gereja ini mempunyai sejarah penting, diantaranya pelantikan Napoleon. Pada era revolusi, Notre Dame berubah sebagai Kuil Akal Budi. Kalau berkunjung kesana, sebaiknya hari biasa, karena Sabtu dan Minggu tempat ini penuh sekali.

Quartier Latin berarti daerah Mahasiswa. Dulunya daerah ini dibangun Universitas, lalu sekolah elite. Sekarang daerah ini penuh dengan Cafê, Jazzclub, restaurant serta toko buku sekitar Boulevard Saint Michel. Tidak hanya di kunjungi oleh para mahasiswa tapi juga turis internasional. Kita dapat menemukan banyak toko buku tua serta juga lukisan tua.

Pantheon. Bangunan ini merupakan makam mewah sebagai peringatan. Makam pembesar wanita dan laki-laki perancis. Dan, lagi-lagi, bangunan ini menjadi sebuah museum.

Jardin dan Palais du Luxembourg (Taman dan Istana Luxembourg). Taman tengah kota Paris yang terkenal. Seperti lainnnya, di taman ini terdapat kolam yang terletak ditengah dengan kursi-kursi di sekelilingnya yang menghadap ke kolam. Tidak hanya itu. Terdapat juga istana yang sekarang di gunakan sebagai kantor senat. Di sampingnya terdapat museum du Luxembourg.

Untuk para wanita, ke Paris tidak lengkap kalau belum mengunjungi pusat perbelanjaan. Beberapa diantaranya:

Galaries Lafayette, merupakan istana untuk para konsumen. Selain itu, para turis juga mengagumi kubah yang terbuat dari kaca dan megah. Di sana, pakaian dipajang berdasarkan merknya.

Marchê aux Puces de Saint Quen di Clignancourt, merupakan pasar loak terbesar di dunia yang menjual bermacam-macam barang dengan lebih dari 3000 pedagang. Kita mesti sekitar 15 km jalan kaki untuk mengelilingi semuanya.

Bagi para seniman Saint Germain des pres merupakan tempatnya. Hampir di setiap sudut di daerah ini terdapat galeri. Galerinya boleh di bilang tidak kecil tapi menarik. Tidak hanya lukisan yang jual tapi juga barang antik.

Tetapi, masih ada tempat yang menarik untuk dikunjungi yaitu Place des Vosges. Sebelumnya tempat ini bernama Place Royale. Setelah beberapa kali ganti nama akhirnya kembali menjadi Place des Vosges. Tempat ini dinamakan sesuai dengan kota pertama yang membayar pajak. Di sana terdapat 36 Paviliun yang mengelilinginya, serta di tengah-tengahnya terdapat taman yang dikelilingi dengan Pagar. Di tengah taman terdapat pepohonan dan di tiap sudut terdapat pagar hidup segi empat yang di tiap tengahnya terdapat air mancur.

Di sini kita dapat menemukan Butik Isye Miyake, Restaurant serta Maison de Victor Hugo, Museum dimana penulis terkenal dulunya tinggal di salah satu paviliun.

Segitu dech cerita tentang liburan di Paris, semoga saya keterangan ini berguna bagi yang mau berlibur ke kota Paris atau bagi yang ingin tahu tentang kota Paris.

Penulis: Sobat Makples, Feronica Luttmer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s